Pernahkah anda merasa terkurung dalam sebuah situasi keadaa yang memaksa anda untuk terus berada dalam satu lingkungan dengan kesibukan yang tak kunjung selesai.
saya merasa dalam situasi demikian. Dengan pendidikan tinggi saya, saya hanya bekerja di balik layar sosok orang tua saya, mengurus keperluan dari makan, kebersihan rumah, sampai tugas-tugas kantor mereka.
saya beranggapan bahwa mungkin saya tidak akan lama seperti ini, dan saya niatkan semua itu untuk beribadah kepada Allah. betapa sayang dan cintanya saya kepada kedua orang tua saya.
sehingga tak tega rasanya meninggalkan mereka, bagaimana mungkin mereka mengurusi semua keperluan rumah dan kantor sedangkan mereka tidak mempunyai asisten rumah tangga dan rekan kerja yang sama-sama memiliki kesibukan sendiri, sedangkan tuntutan kerja ortu saya sangat tinggi dengan kemampuan tenaga dan pola pikir yang menurun.
saya masih terdaftar sebagai dosen pada sebuah kota yang berjarak tempuh 3jam dari kota asal saya. dengan jam mengajar 2x seminggu, saya tak bisa menetap di kota tersebut karena alasan tak tega meninggalkan orang tua saya.
saya hidup untuk mengabdikan semua yang saya miliki untuk memudahkan orang lain beribadah kepada allah. saya melihat keikhlasan orang tua saya dalam memberikan tenaga dan membelanjakan gajinya untuk dikembalikan dengan berbagi kepada yg membutuhkan.
Karena saya belum bergaji yang berasal dari kerja kerasku pada suatu instansi, maka sedekahku hanya berupa doa dan tenaga, buah pikir yang saya miliki.
berbagai masalah yang menjadi fokus pikiranku:
1. karir kerjaku yang belum menghasilkan
2. pendidikanku yang tidak linear untuk jenjang karir mapan di masa yang akan datang
3. jodoh ynag tak kunjung menemukan kemamtapan hati
4. sifat malas untuk melaksanakan rencana yang sudah saya konsepkan dalam angan-angan dan tulisan.
5. menarik diri dari hubungan dengan teman-teman terdahulu,,,,,,
Bangganya ketika 1November 2012 saya menyelesaikan studi saya, lega hati ini karena telah memenuhi harapan ortu untuk menggapai pendidikan setinggi-tingginya,,,,, *sampai di akhir bulan yang lalu sempat aku berfikir untuk mengambil kuliah S1 kembali, atau S3 di tahun yang akan datang.
pada awalnya saya tidak menyangka apakah saya bisa dan mampu untuk menyelesaikan kuliah saya, tapi berkat doa dari orang tua dan keluarga saya bisa menyelesaikan ujian tesisis di usia 23 tahun.
pdhl sempat saya bercita-cita untuk menyelesaikan studi S2 diusia 24th, tapi di penghujung usia 24 th di bulan Oktober 2013 masih ada cita-cita yang belum dibukakan jalan untuk mencapai pelaminan.
tapi saya bersyukur karna kakakku sudah menikah di bulan Agustus ini.
Happy wedding mba, semoga pernikahannya barokah buat semuanya dab sakinah, mawaddah warohmah dan dikaruniai keturunan sholeh dan sholikhah. amiin.
semoga saya segera dipertemukan dengan jodoh laki-laki yang sholeh yang bisa membimbing saya dan inyaAllah anak keturunan di dunia dan akhirat. Amiin. :)
