PAUD akan menjadi cikal bakal pembentukan karakter anak kita. Sebagai
titik awal dari pembentukan SDM berkualitas yang memiliki wawasan,
intelektual kerpibadian, tanggung jawab, inovatif, kreatif, proaktif dan
partisipatif serta semangat mandiri. Pendidikan anak memang sudah
diawali sejak dini agar anak bias mengembangkan potensinya secara
optimal. Anak-anak yang mengikuti PAUD menjadi lebih mandiri, disiplin,
dan mudah diarahkan untuk menyerap ilmu pengetahuan secara optimal.
Ibarat jalan masuk menuju pendidikan dasar PAUD memuluskan jalan masuk
pendidikan dasar. Konsep bermain sambil belajar sambil bermain pada PAUD
merupakan pondasi yang mengarahkan anak pada pengembangan kemampuan yang lebih beragam. Komponen yang diakses meliputi seluruh aspek perkembangan anak.
Perkembangan Kognitif
Pembelajaran untuk PAUD merupakan proses
interaksi antara anak, orang tua atau orang dewasa lainnya dalam suatu
lingkungan untuk mencapai tugas perkembangan interaksi yang dibangun
tersebut merupakan pembelajaran yang akan dicapai. Pada hakikatnya anak
belajar sambil bermain. Oleh karena itu pembelajaran anak usia dini pada
dasarnya adalah bermain. Dilihat dari tahap perkembangan kognitif
Piaget (dalam Miller 1993) anak usia dini prasekolah/kelompok bermain
berada pada tahapan pra operasional, yaitu tahapan dimana anak belum
menguasai operasi mental secara logis. Periode ini ditandai dengan
berkembangnya kemampuan menggunakan sesuatu untuk mewakili sesuatu yang
lain dengan menggunakan symbol-simbol melalui kemampuan diatas anak
mampu berimajinasi atau berfantasi tentang berbagai hal. Syamsul Yusuf
(dalam Masitoh dkk, 2005) mengemukakan perkembangan kognitif pada masa
pra sekolah/ kelompok bermain mampu berfikir dengan menggunakan symbol,
berfikiran masih dibatasi persepsi.
Sejak lahir sampai usia 3 tahun anak memiliki
kepekaan sensoris dan daya pikir yang sudah mulai dapat menyerap
pengalaman-pengalaman melalui sensorinya; usia satu setengah tahun
sampai kirakira 3 tahun mulai memiliki kepekaan bahasa dan sangat tepat
untuk mengembangkan bahasanya (berbicara, bercakap-cakap).
Perkembangan kognitif misalnya: mengenal
nama-nama warna,mengenal nama bagian-bagian tubuh, mengenal nama anggota
keluarga,mampu membandingkan dua objek atau lebih, menghitung, menata,
mengurutkan; mengetahui nama-nama hari dan bulan; mengetahui perbedaan
waktu pagi, siang, atau malam; mengetahui perbedaan kecepatan (lambat
dan cepat); mengetahui perbedaan tinggi dan rendah, besar dan kecil,
panjang dan pendek; mengenal nama-nama huruf alfabet atau membaca kata;
memahami kuantitas benda. Mampu mengungkapkan keinginannya dengan
kata-kata,mampu melafalkan kata-kata dengan jelas (bisa dimengerti oleh
orang lain).
Perkembangan Socioemosional
Dari segi social emosional, memberikan pendidikan
anak di usia dini, membantu mereka dalam mengenal dan memahami berbagai
emosi yang tidak hanya mereka alami tetapi juga orang lain alami.
Anak-anak pada usia prasekolah seringkali dapat
melihat perasaan orang lain dan juga memahami bahwa emosi berkaitan
dengan pengalaman dan keinginan. Seperti di beberapa kasus, terlihat
anak-anak yang masih duduk di bangku prasekolah merasa kasihan dengan
temannya yang tidak membawa makanan lalu memberikan beberapa bagian dari
bekal makanannya sendiri atau kasus lain di lingkungan keluarga dan
permainan, mencoba menghibur temannya yang sedang menangis ketika mainan
kesayangannya rusak. Dengan belajar memahami dan mengatur emosi diri
sendiri, dapat membantu anak dalam hubungan social mereka, mengatur
perilaku, dan membicarakan perasaan-perasaan mereka.
Pemahaman emosi ini dapat membantu hubungan
social anak dan akan berpengaruh dalam membentuk kepribadian anak
tersebut. Permainan atau kegiatan yang diberikan di sekolah akan
mengembangkan indra mereka, belajar meggunakan otot, mengoordinasikan
penglihatan dan gerakan, memperoleh penguasaan tubuh, dan memperoleh
berbagai keterampilan baru.
Salah satu bentuk permainan social selama masa
prasekolah adalah permainan imajnatif yang sering kali beralih dari
berpura-pura memerankan sendiri sebuah peran menjadi permainan drama
yang melibatkan anak lain. Anak yang sering melakukan permainan
imajinatif cenderung lebih mudah bekerja sama dengan anak lain serta
lebih populer dan gembira dibandingkan mereka yang tidak. Sebuah
penelitian mengatakan bahwa Anak yang menghabiskan waktu lebih banyak
dengan menonton TV cenderung kurang imajinatif dalam permainan pura-pura
karena mungkin mereka terbiasa secara pasif menyerap imajinasi dan
bukan menghasilkannya sendiri.
Bermain dengan teman sebaya juga memungkinkan
anak-anak berinteraksi dengan individu lain yang tingkat perkembangannya
serupa dengan ciri mereka sendiri. Pada saat anak-anak sebaya mengalami
perselisihan di antara mereka sendiri, mereka dituntut untuk memecahkan
masalah mereka secara bersama-sama. Dengan cara ini, sifat egosentris
yang dimiliki oleh anak-anak prasekolah dapat diatasi. Sedangkan jika
seorang anak memiliki masalah dengan orang dewasa, terkadang orang
dewasa akan memecahkan masalah tersebut dengan cara otoriter.
Perkembangan Fisik
PAUD juga dilaksanakan untuk membantu
perkembangan fisik anak, metode yang digunakan dalam Kelompok Bermain
PAUD yaitu belajar sambil bermain sehingga fungsi motorik anak dapat
dioptimalkan. Perkembangan fisik/motorik anak terbagi menjadi dua yaitu
perkembangan motorik kasar dan motorik halus,
Metode-metode yang digunakan untuk pengembangan motorik kasar yaitu
(1) Berjalan dengan stabil
(2) Naik turun tanggga tanpa berpegangan
(3) Memanjat & Berjalan di papan titian
(4) Melompat dengan satu kaki bergantian
(5) Berlari dengan stabil atau dapat berlari ditempat
Adapun metode-metode lain yang digunakan untuk pengembangan motorik halus yaitu
(1) Membedakan permukaan benda melalui perabaan
(2) Menuang (air, beras, biji-bijian) tanpa tumpah
(3) Menggunting sembarangan
(4) Melipat kertas
(5) Membuat garis lurus, vertikal, melengkung.
Kelompok Bermain PAUD telah berperan baik
dalam membantu perkembangan fisik anak, motorik kasar dan motorik halus
anak berkembang setelah mengikut PAUD, selain itu tingkat spontanitas
dan keberanian anak juga meningkat, metode-metode pengembangan fisik juga sudah dilaksanakan sesuai dengan program pembelajaran yang telah ditetapkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar